29-Mar-2023

05

16

03

PAPAN INFORMASI OBAT DAN MAKANAN ONLINE (PANORAMA LAIN)
BALAI PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI AMBON

DARI MALUKU UNTUK DUNIA, RANGKAIAN KUNJUNGAN KERJA KEPALA BADAN POM RI DI MALUKU TERKAIT KEJAYAAN REMPAH INDONESIA
10 March 2023 14:01

Berita Umum    Post By : System Administrator

Ambon (10/03) – Sebagai generasi muda Indonesia, kita patut bersyukur bahwa Allah telah menganugerahi negara ini dengan sumber daya alam yang luar biasa. Selain kekayaan tambang dan mineral, kekayaan hayati Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah Brazil dengan hutan Amazonnya. Tetapi bila dihitung dengan kekayaan hayati bahari, maka Indonesia menjadi mega biodiversity terbesar di dunia. Mengutip dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Indonesia memiliki 25% spesies ikan dunia, 14% terumbu karang dunia, 17% spesies burung dunia, 16% spesies amfibi dan reptil, 15% serangga, 12% mamalia dan 10% spesies bunga dunia ada di Indonesia. Sementara itu, 11% spesies tumbuhan dunia dan 400-500 rempah dunia ada di Indonesia.

Indonesia sejak dulu kala merupakan pusat jalur rempah dunia. Hal ini bisa kita telusuri dari cagar budaya, relief candi, benteng serta warisan budaya tak benda di Indonesia. Cita rasa yang berasal dari rempah tidak hanya melahirkan ribuan kapal berlabuh di Nusantara, tetapi rempah juga menjadi cikal bakal negeri ini menjadi rebutan dan kolonial berbagai bangsa asing. Rempah yang terkenal dari Maluku, seperti cengkeh dan pala “si emas hijau” yang harganya melebihi harga emas kala itu, menjadikan perebutan berbagai bangsa asing sejak abad ke-15. Bahkan dari pala emas hijau pulalah yang konon membiayai pembangunan sebuah kota modern bangsa kolonial. Bukti sejarah juga mencatat histori tukar guling Pulau Rhun di Banda dengan sebuah pulau di Benua Amerika yang dilakukan kolonial untuk semakin memperkuat posisinya di Indonesia sebagai penguasa rempah dunia.

Kejayaan rempah nusantara kala itu, akan dibangun kembali di era sekarang melalui program hilirisasi produk pangan dan obat bahan alam berbasis rempah melalui sinergisme dan pendampingan produk. Untuk mewujudkan cita-cita mulia ini, Kepala Badan POM RI, Dr. Penny K Lukito, MCP dan rombongan melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, khususnya ke Pulau Banda dan Kota Ambon pada 8-10 Februari 2023.

Kepulauan Banda telah lama dikenal sebagai penghasil pala terbaik dunia. Dalam kunjungan kerja di Pulau Banda Neira dan Banda Besar, Kepala Badan POM RI meninjau perkebunan pala yang ada di Banda. Beliau juga menyempatkan diri melakukan penanaman pohon kenari “Canarium ovatum” yang merupakan pohon besar dengan tipikal tinggi menjulang dan cocok sebagai pelindung bagi pepohonan pala yang membutuhkan sinar matahari yang tidak terlalu terik. Beliau juga meninjau proses pasca panen pala untuk menghindari cemaran aflatoksin dari jamur Aspergilus flavus. Dalam kesempatan ini, beliau juga memberikan berbagai bantuan bagi UMKM pengolah rempah di Banda seperti mesin printing tanggal daluwarsa, mesin vacuum sealer serta alat pemecah kenari.

Kepala Badan POM RI juga menyempatkan diri bertemu dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat di Banda. Berbagai apresiasi dan harapan besar di pundak BPOM untuk program pendampingan dan hilirisasi produk pangan dan obat bahan alam berbasis rempah hingga mendapatkan izin edar BPOM.

Sementara itu, dalam rangkaian kunjungan kerja di Ambon, Kepala Badan POM RI diterima oleh Gubernur Maluku, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Le, M.Si dan melakukan kick-off rangkaian kunjungan kerja di Maluku, bertempat di Ballroom Hotel Santika Premier Ambon, Jumat 10 Februari 2023. Dalam sambutannya, Kepala Badan POM RI menyampaikan komitmennya dalam program pendampingan dan hilirisasi produk pangan dan obat bahan alam berbasis rempah mulai dari tingkat penelitian di universitas hingga pendampingan UMKM pangan dan obat tradisional, termasuk pendampingan registrasi produk hingga mendapatkan izin edar BPOM. Sementara itu, sambutan Gubernur Maluku yang disampaikan oleh Sekrtaris Daerah Maluku menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada BPOM dalam program hilirisasi dan pendampingan produk pangan dan OT di Maluku. Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap bersinergis dengan BPOM dalam pelaksanaan berbagai program dalam rangka mengembalikan kejayaan rempah Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

Berbagai rangkaian kegiatan BPOM RI yang dilaksanakan di Ambon antara lain: Forum Group Discussion (FGD) Sinergisme triple helix Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Usaha dalam Membangun Kejayaan Rempah di Maluku; Bimbingan Teknis Jamu Gendong; Bimbingan Teknis Pangan Olahan; Desk Registrasi Obat Tradisional; Desk Registrasi Pangan Olahan, Desk Pendampingan Peneliti untuk Standardisasi Bahan Baku Obat Tradisional dan Pangan Olahan; Stikerisasi Jamu Gendong; Penandatanganan Komitmen Kemitraan Orang Tua Angkat Industri Pangan dan Indusri Obat Tradisional dengan UMKM di Maluku; Penyerahan Bantuan UMKM pangan dan OT; serta Pameran Produk Pangan dan OT Khas Maluku yang telah mendapatkan izin edar BPOM.

 Rangkaian kegiatan diakhiri dengan door stop bagi media massa serta peninjauan pameran UMKM yang memamerkan berbagai produk pangan olahan berbasis sagu dan obat tradisional khas Maluku yang telah mendapatkan izin edar BPOM seperti mie sagu, roti kenari, jus pala, minyak kayuputih, minyak cengkeh dan minyak lawang.

Maju Terus Kejayaan Rempah Indonesia. Dari Maluku, Untuk Dunia (IT).

 

“BPOM Ambon, Katong Pasti Bisa”

Kontributor: Pelayanan Publik BPOM Ambon



Share This

Comments